Di rumah Ketua RW 002 Kelurahan Sukolilo Baru, Hanafi, pada Jumat 21 Agustus 2026, puluhan mahasiswa BEM Universitas Airlangga berkumpul dalam sesi dialog bernama Rembuk Rasa bersama warga pesisir. Pertemuan itu menabur benih harapan bagi perkembangan kampung nelayan.
Keesokan harinya, Nabila, mahasiswa yang mewakili kelompok, mengirimkan pesan lewat WhatsApp kepada Bunda Tri, memperkenalkan diri dan melaporkan hasil survei malam sebelumnya. Ia menyertakan ringkasan laporan yang baru saja dipublikasikan di portal komunitas KIM Bahari Sukolilo Baru tentang rapat PKK, rencana Kampung Pancasila, dan dukungan BEM Unair.
Setelah membaca laporan tersebut, Nabila mengungkapkan kekagumannya dan berterima kasih atas bantuan Bunda dalam menyalurkan berita ke media lokal. Ia menambahkan harapannya agar proyek ini dapat menarik perhatian media nasional, khususnya untuk mengangkat Taman Bacaan Masyarakat Avicenna yang berada di kawasan tersebut.
Upaya Mahasiswa Memperluas Jangkauan Media
Pada sore hari, Nabila mengajukan tawaran kerja sama, menanyakan kesediaan KIM Bahari menjadi media partner acara Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya (Aksara) 2026. Penulis menjawab dengan mengirimkan tautan artikel yang telah dipublikasikan di Tagar.co, sehingga berita tersebut memperoleh jangkauan lebih luas.
Esoknya, Nabila menanyakan kembali status portal berita tersebut. Penulis menjelaskan bahwa dirinya hanyalah jurnalis kontributor dan proses permohonan penggunaan logo harus melalui redaksi resmi.
Koordinasi dengan Redaksi dan Penempatan Logo
Pada minggu berikutnya, kebutuhan akan logo KIM Bahari dan Tagar.co untuk banner utama Aksara 2026 muncul. Penulis menyarankan Nabila untuk menghubungi redaksi Tagar.co secara langsung. Nabila melakukannya, dan dalam beberapa hari ia menerima konfirmasi serta logo yang diminta dari Redaktur Pelaksana Tagar.co, Mohammad Nurfatoni.
Sejak itu, banner acara Aksara 2026 di Kampung Nelayan Sukolilo Baru menampilkan logo Tagar.co berdampingan dengan logo KIM Bahari, menandai keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, komunitas lokal, dan media digital dalam mengabarkan kegiatan pengabdian di tepi laut.
Komentar Pembaca