Jakarta – Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menuntut kepala SPPG Talang Angin dipecat setelah lebih dari 500 santri mengalami keracunan usai mengonsumsi Menu Makan Bergizi Gratis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo.
Langkah Tegas BGN
Ketut menyatakan, “Kami mengusulkan pencopotan kepala SPPG sekaligus pergantian total.” Ia menambahkan bahwa SPPG Talang Angin akan dikenakan suspensi berat selama 30 hari sambil menunggu hasil penyelidikan bersama Dinas Kesehatan.
Fokus Penanganan Medis
BGN kini memusatkan upaya pada perawatan korban yang masih dirawat di beberapa rumah sakit. Di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, total 380 pasien telah terdaftar; 353 di antaranya sudah dipulangkan, 5 masih dirawat di ruang biasa, dan 22 berada dalam tahap observasi.
Menurut perwakilan rumah sakit, Rizqi Maulana, kondisi para pasien yang masih dalam observasi menunjukkan perbaikan meski sebagian masih mengeluhkan diare dan sakit perut. “Mereka sudah membaik, namun masih dipantau karena masih ada gejala diare dan nyeri perut,” ujarnya.
Kelima pasien yang masih dirawat tidak ditempatkan di ICU, melainkan di ruang perawatan standar.
Investigasi dan Harapan
Ketua BGN menegaskan bahwa hasil investigasi bersama Dinas Kesehatan akan diumumkan segera untuk mengungkap penyebab keracunan massal tersebut. Sementara itu, upaya penyelamatan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama.
Komentar Pembaca